Hai, sudah tak sabar y, membaca kelanjutannya..
Come on~ Next the story..
Here you go..
=======================================================================
~Cewek baru itu~
Teng!
Bel berdentang kencang. Menandakan telah tiba saatny kami untuk fokus
ke pelajaran. Kelas² sudah terlihat ramai dengan murid², termasuk kelas
Yuki. Yuki telah siap dengan seabrek buku pelajaran di atas meja,
sementara Stefan hanya berleha – leha dan meletakan kepalany di atas
meja.
“Stef!”
“Ada apa, Ky?”
“Kamu niat sekolah gak sih?”
“Sebenarny niat, tapi..”
“Tapi apa?”
~STEFAN POV!
Aku
terdiam. Mana mungkin aku bisa menjawabny, jika alasan sebenarny adalah
aku MUAK melihat kelakuan Bryan. Setiap hari selalu tebar pesona. Huh!
Dasar tukang TP – TP! Rasanya aku mw berteriak, gk bisa ya sehari aja gk
bikin kelas riuh teriakan cewek² yg sibuk mw deket² dia. Aku? Iri?
Mungkin, tapi yang pasti aku sebal. Kelakuanny benar² untuk memamerkan
kepada dunia, inilah Bryan cowok paling dipuja² wanita. Errgg!!
Pelajaran
baru saja dimulai, Bu Ratna memasuki kelas dengan menggiring seorang
gadis manis berambut panjang. Sepertiny dia anak baru. Cowok² di kelas
pada heboh bersiul, sementara yang cewek² pada manyun gk jelas. Takut
kalah pamor kali y? Hahaha. Aku tidak peduli. Bu Ratna mempersilahkan
cewek itu untuk memilih tempat dudukny.
“Benarkah saya boleh memilih ?”
“Iya tentu saja.”
“Saya mau duduk di sebelah cowok itu, Bu.”
“Stefan?”
Wah,
kurang ajar banget sih nih cewek. Baru juga hari pertama masuk sekolah
udah cari masalah aj. Bisa² ny dia bilang, mw duduk di sebelahku. Itu
berarti Yuki ku yg manis akan pindah dari sisiku. Yuki memandangku. Dia
mengisyaratkan bahwa ia akan pergi, pindah tempat duduk maksudny.
Aku
tak sanggup melihatny, kupegang erat tanganny. Aku tak mw dia pindah.
Ahh! Sial! Ini semua gara² cewek baru itu. Kenapa dia harus duduk di
sebelahku? Hingga membuatku harus berpisah dengan sahabatku. Aku benar²
geram.
Aku bangun dari bangkuku. Tanganku tetap menggandeng erat tangan Yuki.
“Bu, apa saya harus duduk dengan dia? Saya sudah nyaman duduk dengan Yuki.”
“Stef, sudah tak perlu marah². Biarkan aku pindah. Aku tak pindah jauh. Hanya berselang dua orang dari tempat dudukmu.”
Yuki
terlihat tegar. Aku tak tw, sebenarny dia memang tegar atw memang dia
tak mw lagi duduk denganku. Buatku itu tidak penting, yang aku ingin kan
hanyalah Yuki tetap duduk di sampingku.
“Stef, sebagai anak baru apa salahny jika kita membiarkan dia untuk memilih tempat dudukny.”
“Tapi, Bu. Saya..”
“Sudah, Stefan jangan banyk protes. Oh ya, ibu minta tolong kamu perkenalkan sekolah ini kepada Chika y.”
“Iya, bu.”
Ah! Aku benar² marah kali ini. Chika? Siapa gadis itu? Awal bertemu denganny saja sudah membuatku geram.
~YUKI POV!
Aku
pindah tempat duduk demi seorang teman baru yang ingin duduk bersama
Stefan. Kulihat Stefan sangat marah padany, namun aku tak mw menampilkan
raut yg sama. Aku takut Stefan akan memusuhi gadis itu. Aku lebih
memlih pindah dengan tenang dan tegar, walaupun sebenarny aku tak mw
karna aku telah nyaman duduk bersama denganny.
Pelajaran
kembali dilanjutkan, sebentar saja kularikan perhatianku menuju Stefan.
Kulihat wajahny benar² semraut. Sepertiny dia sangat marah dan jengkel.
Aku hanya tersenyum. Stefan sangat lucu dan manis saat marah. Andai saja
aku masih bisa duduk di sebelahny.
Istirahat dimulai,
semua siswa berhamburan keluar kelas. Yang tersisa hanya aku, Stefan,
Kevin dan gadis baru itu, Chika namany. Aku memandang Stefan dari jauh.
Dia masih terlelap dalam tidurnya, ditutupi oleh buku cetak yg terbuka
tepat di depan wajahny. Biasalah, jika ia sudah bosan dan penat yang
akan selalu dilakukanny ialah terlelap. Aku masih sibuk merapikan tasku,
mempersiapkan buku untuk perlajaran sehabis istirahat. Tiba – tiba ..
“HAH!”
Stefan bangun dari tidurny dan berteriak. Membuat aku, Kevin dan Chika terkejut.
“Heh, cewek baru! Kenapa sih loe mesti duduk di sebelah gue?”
“Emangny kenapa? Aku bebas menentukanny.”
“Ya, tapi kenapa gue sih! Loe tuh bikin gue pangen runtuhin dunia ini.”
“Stefan. Kamu ngomong apa sih?”
Aku
bingung melihat Stefan. Sepertiny dia belum bisa menerima ini. Dia
berjalan ke arahku, mengusir Kevin dan duduk tepat di sebelahku, di
tempat duduk Kevin. Dia meletakan kepalany di pundakku dan lanjut
terlelap. Kuelus pipiny, menyebut namany namun dia tetap terdiam dan tak
melepaskan genggaman tanganny di antara jari² ku. Entah sejak kapan
tangan kami bersatu, aku tak menyadariny.
~STEFAN POV!
Aku
tidak tertidur, tetapi hanya memejamkan mata. Aku lelah sekali. Di pagi
hari yang cerah sudah terjadi banyak hal dalam hidupku. Aku merasakan
lembutny tangan Yuki di wajahku. Aku juga mendengar beberapa kali sebut
namaku oleh ny. Namun aku masih nyaman dalam posisi ini. Hanya istirahat
yang bisa kugunakan untuk melakukan ini.
Suara hentakan kaki berjalan ke arah kami. Aku tak memperdulikanny.
“Yuki, kamu dan Stefan dipanggil Bu Hanny.”
“Eh, kenapa emangny?”
“Gak tw juga sih..”
“Sekarang?”
“Iya.”
“Makasih ya..”
Dapat
kudengar dari suaranya bahwa Yuki sangat khawatir. Mungkin ia takut dan
bingung. Memangnya apa salah kami? Aku juga jadi berpikir apa maksud
Ibu Hanny memanggil kami.
“Stef..”
Berkali – kali Yuki memanggilku, mencoba membangunkan ku dari tidur pasluku.
“Apa, Ky?”
“Kita dipanggil Bu Hanny.”
“Kenapa?”
“Aku gak tau, Stef.”
“Sekarang?”
“Ya iyalah. Kapan lagi?”
“Ya sudah ayo kita pergi.”
Aku menggenggam jariny dan menarikny pergi keluar menuju ruangan Bu Hanny.
~YUKI POV!
Kami sudah sampai di ruang Bu Hanny, aku takut. Tapi bingung jg sih, kenapa kami dipanggil?
Apa salah kami?
“Yuki – Stefan, terima kasih sudah segera datang ke ruangan ibu.”
“Iya, bu. Tapi kenapa ibu memanggil saya dan Yuki?”
“Karena ada sesuatu yang harus ibu tanyakan dan ketahui dari kalian..”
“Apa itu, bu?”
“Bisa kah ibu langsung mengatakanny?”
“Tentu saja, bu.”
“Apa kamu dan Yuki sedang menjalin hubungan sekarang? Pacaran, mungkin ?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar