Halaman

Jumat, 07 Desember 2012

Lagi Pengen Curhat!! ♥


lihat ini.. dan rasakan.. cobalah untuk merenungkannya..
tentang kita yg bukan kita.. 
aku di sini, berdiri dengan tubuh lemas meratapi semua yang ada di depan mataku..
angin yang berhembus menembus pori" tubuhku yang tak sanggup lagi untuk tegap.. 
melihatmu..
memandangmu, dari jauh ialah salah satu sumber tawaku..
di deretan tangis yang terus kubuat..
hanya kamu yang berani menyelipkan senyum di hariku.. 
dengan gayamu yang terkadang terlalu konyol dan membuatku sebal dengan tingkahmu..
tapi itu semua yang benar" membuatku merasa seperti hidup..
membuatku sadar bahwa aku ada di dunia ini.. 
namun aku tau..
kamu dan aku, tak akan pernah jadi kita.. 
gak akan ada kata kita di kamus mu yang terlalu sibuk dengan dunia yang mewajibkanmu untuk melupakan ku.. 
aku, hanya ingin kamu melihatku..
sebagaimana aku melihatmu..
memandangku..
sebagaimana aku memandangmu.. 
aku tak bisa membaca, setiap raut di wajahmu..
aku pun tak bisa membaca, apa yang tersirat di balik setiap ketikanmu..
aku juga tak bisa membaca, apa yang ada di dalam setiap perkataanmu..
aku di sini hanya bisa mengharapkanmu untuk dapat mengetahui keberadaanku dan mendekapku..
lalu mengapa aku?
begitu sakit, saat melihat tanggal" berlalu di kalenderku..
begitu sesak, saat mendengar bunyi dentuman jam yang tak pernah berhenti berputar..
begitu sesal, saat aku tahu kamu belum disampingku..
dan hanyalah anggan di setiap tidurku..
mengapa waktu tak bisa kuhentikan sekarang?
saat aku telah nyaman di sini bersamamu.. 
mengapa tak bisa kuambil dirimu dari dunia ini?
dari semua kesibukanmu?
dari semua orang" yang ingin merebutmu dariku?
apakah aku terlalu rendah untuk menjangkaumu?
memilikimu?
menggenggammu?
sementara aku tau, waktu itu akan datang..
waktu dimana kamu akan pergi meninggalkan aku..
meninggalkan semua kenangan tentang kita.. 
dan memulai hidup baru disana.. 
aku mengharapkan yang terbaik untukmu..
namun aku juga tak mau kau meninggalkanku..
i just wanna say :
" PLEASE DONT LEAVE ME! STAY WITH ME AND SAY YOU'LL BE HERE FOR ME!!"
that enough for me.. 
tapi itu mimpi.. 
aku tak sanggup memaksamu..
memintamu, bahkan untuk semenit menghabiskan waktumu bersamaku yang tak penting ini..
untuk sekedar melihat senyummu sehari.. 
atau, mendengar suaramu..
atau, hanya membaca ketikanmu..
sudah membuatku merasa aku ada di matamu.. 
aku tahu ini bakal berakhir dengan air mata..
aku mengerti ini semua gak bakal seindah dongeng cinderella..
aku paham kalau waktu itu, 
saat itu,
detik itu, 
dimana kamu akan pergi PASTI DATANG..
dan merenggut kamu dariku.. 
aku akan coba menerima itu..
melepasmu..
dengan sejuta tangis dan air mata..
dengan dekapan hujan yang tak henti memelukku setiap harinya..
aku bisa tanpamu..
aku sanggup walau tak harus denganmu..
aku coba..
dan aku yakin aku bisa..
walau itu sakit dan sulit.. 
terima kasih untuk sampai detik ini..
kamu masih tetap yang spesial..
cuma kamu.. 
untuk saat ini.. 
aku mengharapkan yang terbaik untukmu..
dan itu pasti yang terbaik juga untukku..
dan untuk semuanya.. 
 
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri agar tidak berharap terlalu banyak pada waktu yang tak pernah bisa menepati janji." ♥♥

Senin, 19 November 2012

Love ~ Part 4



Part ini aku gak tw bisa dibilang menegangkan atau tidak..
Tapi aku rasa part ini akan membuat readers, senyam – seyum deh..


 Let's goo! Cekidoot~
=========================================================

~Cantik!~

Sampai di rumah, Mamaku yang membukakan pintu sangat khawatir terhadap Yuki.
“Stefan, Yuki kenapa?”
“Kehujanan, Ma”
Aku menggendong Yuki, membawany menuju kamarku. Kubaringkan dia di ranjangku. Secepat yang aku bisa, aku mengobrak – abrik lemariku mencari baju yang pas untuk Yuki. Tapi hasilny nihil. Kuambil kemeja putihku yang menjadi baju kesukaan Yuki. Ia selalu berkata, aku terlihat keren saat mengenakanny.
“Stef..”
“Iya, Ky?”
“Gk usah repot²
“Ini bajuny. Kamu ganti sana.”
Yuki mengganti bajuny, sementara aku turun untuk mengambil bubur dan teh hangat yang sudah mama buatkan.
“Stef.”
“Iya, Ma?”
“Kamu juga ganti baju, sana..”
“Iya, Ma..”

Aku naik ke atas. Yuki sudah selesai ganti baju. Lucu sekali melihatny menggunakan kemeja itu. Kebesaran dan kepanjangan.
“Stef, aku lucu y?”
“Hahaha. Nggak kok. Nih makan dulu buburny. Tehny juga diminum ya.”
“Makasi y, Stef”
Yuki memelukku lagi.
“Ky, aku belum ganti baju. Entar baju kamu basah.”
“Oh iya.”
“Aku ganti baju dulu ya.”
Aku berjalan menuju kamar mandi. Ketika kututup pintuny, baru aku sadari kalau aku belum mengambil baju ganti di lemari. Bodohny aku. Stefan Immanuel, alangkah cerobohny dirimu! Gak mungkinkan, bilang ke Yuki tolong ambilin bajuny. Astaga. Terpaksa deh, lepas baju aja. Untung celana cadangan ada di kamar mandi. Udah lengket semua rasany karena hujan.


~YUKI POV!  
Stefan baik banget. Maafkan aku ya yang selalu ngerepotin kamu. Tapi Stefan di kamar mandi ngapain? Kan di belum ambil baju gantiny. Stefan keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan atasan. Wah, ternyata badan Stefan tuh putih dan berbentuk. Kok aku gk pernah tw y? Yuki! Apa yang kamu pikirkan? Aku pura – pura tak melihatny. Stefan keren banget! Apalagi saat mengancingkan kemejany. Aku bisa meleleh. Dia seperti cowok² cover boy. Atw anggota boy band korea.
“Ky? Hello?”
“Oh, kenapa Stef?”
“Minta dong, buburny, pengen nih..”
Astaga YUKI! Babo!*bodoh..
“Nih..”
Aku berikan semangkuk bubur yang baru separuh aku makan.
“Dikit aja, Ky.Bukan satu mangkuk juga.”
“Oh..”
Sekali lagi aku terlihat bodoh… Sadar Yuki! Sadar!
Stefan duduk di sebelahku, membuka mulutny besar – besar.
Aku menyuapi Stefan.
“Enak y, Ky? Aku mau ahh..”
Stefan berlari ke dapur. Huh! Aku lega. Kenapa aku kikuk di depan Stefan? Biasanya apapun yang Stefan lakukan tak pernah membuatku begitu.

~STEFAN POV!
Aduh badan rasanya pegel semua. Perut keroncongan. Udah bunyi :krucuk~ krucuk~ krucuk! *ngayal penulisny. Maaf!*
“Ma, Stefan minta buburny dong.”
“Ambil aja sana, ada di panci.”
Kuambil sendok dari meja makan dan kubawa panci itu ke halaman belakang. Emm.. Enak banget bubur ayam buatan mama.
Setelah selesai menghabiskan setengah panci bubur. Aku melihat hujan sudah mulai reda. Saatny mengantarkan Yuki pulang.

Baru selangkah aku masuk ke kamar, kuliat Yuki tengah terlelap di dinding *uuppss! Sorry penulis gak tw apa namany itu. Yg pasti senderan yg di atas kepala itu lho.* tempat tidurku. Kepalany miring ke kiri. Miring ke kanan. Lucu sekali. Ah aku juga jadi mengantuk..
Aku naik ke atas tempat tidur, lalu senderan tepat di sebelah kanan Yuki. Dan yg terakhir aku meletakan kepalany di bahu kiriku. Aku terlelap..

Ponsel berdering kencang sekali. Kurasa itu bukan nada deringku. Aku ingat itu nada dering Yuki. Aku masih mengucek² mataku dan Yuki terbangun serta kaget akan kehadiranku.
“Ky, siapa sih yg nelpon.. Ganggu orang tidur aja.”
“Oh, sorry Stef. Mama yg nelpon.”
Setelah cukup lama bertelepon dengan mamany, Yuki menarik kemejaku.
“Stef, aku mau pulang!”
“Iy, 5 menit lagi..”
“Stefan!”
“Aduh, ya sudah. Ayo aku antar.”
Yuki memaksaku untuk mengantarny pulang. Aku berlari ke garasi, kulihat motorku masih basah. Ya apa boleh buat, aku mengantarny pakai mobil saja. Mobil yg tersedia hanya Jazz Putih. Berarti mama sedang pergi sekarang.
“Stef, mama kamu mana?”
“Pergi.”
“Oh ya sudah, titip salam ya. Bilang terima kasih dan maaf merepotkan.”

Sebelum Yuki membuka pintu mobil, aku menarik tanganny. Yuki pun terhempas begitu dekat denganku.
“Apa Stef?”
Aku mendekatkan diri, makin mendekatkan diri padany. Dan #cup# keningny.
“Selamat malam, Cantik. Tidur yg nyenyak. Aku jemput besok.”
Yuki masih terdiam. Terkejut dan mematung. Aku tidak peduli, entah mengapa aku ingin melakukanny. Aku melaju cepat. Lelah rasany terlalu lama berkendara hari ini.

Aku telentang di atas tempat tidur, masih ada aroma Yuki di kamarku. Aku menyukai aroma itu. Menyejukan rasany. Lalu aku menerawang jauh. Aku tak pernah ingat kapan tepatny Yuki berubah, tapi aku masih ingat betul kapan aku pertama kali menyadariny. Ketika pertama kali masuk SMA. Baju seragam yg belum jadi memaksakan kami untuk sementara menggunakan seragam SMP kami.

Aku tertawa melihat Yuki, yang kerap kali menarik rokny ke sana – ke sini karena pendekny rok itu. Lalu belum lagi rambutny yang sudah panjang dan agak ikal membuatny semakin risih. Iya, itu Yuki dan masih Yuki yang sama, tapi itu bukan Yuki dan Yuki yg sudah berbeda. Entah sejak kapan kedua kakiny mulai memanjang dan lekuk pinggangny mulai terbentuk. Belum lagi kulit putih nan halus terasa lembut bila bersentuhan dengan ku. Oh, Yuki. Matanya yang bulat, bibirny yang pink kemerahan dan leherny yg jenjang. Yuki benar² cantik. Aku tak pernah menyadari bahwa aku memiliki seorang sahabat perempuan yang manis. Karena selama ini, Yuki selalu menjadi teman yang tangguh bagiku. Aku juga tak pernah menyangka bahwa aku juga akan tertarik kepada Yuki.

Dan hal yg paling aneh adalah perasaanku. Hati ini berdegup kencang. Perasaanku yang sering bergejolak, jantung ku yang sering berdebar tak karuan dan salah tingkah yg aku lakukan jika tersadar akan perubahan pada diri Yuki. Aku mengingat lagi wajah dan postur tubuh Yuki saat mengenakan kemejaku tadi. Cantik! Apakah aku menyukai Yuki? Entahlah aku tak mau memikirkanny.. Belum pasti, jawabanya. Aku terlelap kembali. Dan mulai bermimpi tentang Yuki. Hidupku kini hanyalh dipernuhi oleh Yuki seorang.

When You Love Someone ~ Endah feat Rhesa ♥

♥ English Version :

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you’re still in my dream
And I can’t stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true
I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say… “hello
And I can’t stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…
And I never thought that I’m so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way….
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…


♥ Indonesian Version :

Aku mencintaimu tapi itu tidak begitu mudah untuk membuat Anda di sini dengan saya
Saya ingin Anda sentuh dan tahan selamanya
Tapi kau masih dalam mimpi saya
Dan aku tidak tahan menunggu 'sampai malam akan datang ke hidup saya
Tapi aku masih punya waktu untuk memecah keheningan yang
 

Ketika Anda mencintai seseorang
Hanya berani untuk mengatakan bahwa Anda ingin dia dengan Anda
Ketika Anda memegang cinta Anda
Jangan pernah membiarkannya pergi
Atau Anda akan kehilangan kesempatan Anda
Untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan ...

Aku digunakan untuk menyembunyikan dan menonton Anda dari jarak jauh dan saya tahu Anda menyadari
Saya sedang mencari waktu untuk lebih dekat setidaknya untuk mengatakan ... "halo"
Dan aku tidak tahan menunggu cinta Anda akan datang ke hidup saya
Ketika Anda mencintai seseorang
Hanya berani untuk mengatakan bahwa Anda ingin dia dengan Anda
Ketika Anda memegang cinta Anda
Jangan pernah membiarkannya pergi
Atau Anda akan kehilangan kesempatan Anda
Untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan ...

Dan saya tidak pernah berpikir bahwa aku begitu kuat
Aku terjebak pada Anda dan menunggu begitu lama
Tapi ketika cinta datang tidak bisa salah
Jangan pernah menyerah hanya mencoba dan mencoba untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan
Penyebab cinta akan menemukan jalan ....
Ketika Anda mencintai seseorang
Hanya berani untuk mengatakan bahwa Anda ingin dia dengan Anda
Ketika Anda memegang cinta Anda
Jangan pernah membiarkannya pergi
Atau Anda akan kehilangan kesempatan Anda
Untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan ...


#Untuk yang sedang menyukai seseorang, lagu ini benar - benar menyentuh..

Selasa, 03 Juli 2012

Love ~ Part 3

Masih inget cerita aku sebelumny.?
Nih aku kasih deh, biar bisa inget lg..
Review dulu y: “Apa kamu dan Yuki sedang menjalin hubungan sekarang? Pacaran, mungkin ?” 
========================================================================

~Hanya Sahabat atw Lebih?~

Suara detak jantung Yuki sangat kecang. Ia merasa takut menjawab pertanyaan Bu Hanny. Stefan yang mengetahui hal itu segera menggenggam tangan Yuki meyakinkan bahwa tak akan terjadi apa².
“Iya, bu. Kami memang sedang menjalin hubungan.”
Yuki terkejut atas pernyataan Stefan.
“Kami menjalin hubungan PERSAHABATAN, hanya itu.”
Lanjut Stefan membuat Yuki lebih baik.
“Hahaha.. Kenapa wajah kalian jadi tegang begitu? Ibu hanya bercanda tadi. Ibu melihat kalian sangat serasi. Maka dari itu, ibu ingin menawarkan kalian sesuatu.”
“Astaga, ibu membuat kami terkejut saja. Tawaran apa, bu?”
“Main drama? Mw?”
“Em.. Akan kami pikirkan, bu”
“Baiklah. Jika sudah menemukan jawaban ny. Hubungi ibu segera.”
“Baik, bu. Permisi.”

Beberapa teman sudah menunggu di depan ruangan Bu Hanny. Wajah mereka tampak khawatir sama persis dengan wajah Yuki dan Stefan ketika dipanggil oleh ibu itu.
“Stef – Ky, apa yg dikatakan Bu Hanny pada kalian?”
“Tidak ada apa².. Memangny kenapa?”
“Kami juga ikut dipanggil oleh Bu Hanny.”
“Oh begitu. Selamat berjuang, ok?”
Stefan dan Yuki meninggalkan ruangan Bu Hanny dan berjalan beriringan menuju kelas mereka. Pelajaran sudah dilanjutkan.

~YUKI POV!
Stefan hebat. Rasany sangat menegangkan tadi, namun saat Stef menggenggam tanganku semuany hilang dan tak bersisa. Nyaman dan tenang. Makasi, Stef. Masalah drama itu, aku juga bingung mw ikut serta atw tidak.
“Ky..”
“Hah? Iya, Stef..”
“Kita udah di depan kelas. Tangan?”
“Oh, maaf..”
Bagaimana mungkin aku bisa melamun? Hah! Jadi malu kan? Untung sama Stefan. Kalau sama yg lain kan bisa – bisa diketawain.. Yuki!

Huh! Akhirnya sampai di rumah.. Aku mulai berbaring di atas tempat tidurku. Masih dengan seragam yang lengkap. Hari ini, hari yang luar biasa.
“Ky..”
“Iya?”
“Kamu mau ikut drama sekolah itu?”
“Emm.. Aku juga gak tw, Stef.”
“Kalau kamu gak ikut, aku gak ikut y.”
“Kenapa gitu?”
“Gk apa. Eh, aku ada di lapangan basket. Mau ikut main?”
“Jalan ke sana?”
“Males banget sih, siput..”
“Ah, Stefan!”
“Aku jemput sekarang.”
“Ok!”

~STEFAN POV!
Itu lh kelakuan si siput, kalau gak ngerepotin bukan siput namany. Udah 10 menit aku nunggu di depan rumany. Bisa² gak jadi main basket.
“Stef! Sorry..”
“Iya. Ayo cepetan.”

Sebenarny Yuki belum terlalu jago main basket. Dia sih males banget kalo di suruh ikut. Aku selalu mengajariny sejak umur kami 12 tahun. Dan ini lah perkembanganny. Yuki yang pertamany takut liat bola, sudah bisa nyetak angka. Permainan sangat seru. Aku selalu mengecoh Yuki dengan bola – bola kecil yang sulit dia dapatkan..
“Stefan, berhenti mainin bolany. Oper dong!”
“Dasar, jangan teriak – teriak. Ambil kalau bisa.”
Hahaha.. Yuki, Yuki.. Aku memelukny sekejap dan langsung Lay Up. Masuk!
Yuki mengambil bola orange itu dan three poin. Dia sudah bisa melakukanny sekarang.
Aku persis dibelakangny, jarak kami berkisar 10 cm. Yuki berbalik. Kami saling memandang.

Byurrrr…. Hujan tiba – tiba turun dan dengan derasny.
Tak ada yg berubah, kami tetap berada di posisi itu.
Dia tersadar dari lamunan ny dan mengambil bola, mendribleny.
“Yuki!”

~YUKI POV!
Dia, lagi lagi dia. Menyelamatkanku.. Bahkan saat hujan mengusikku dengan licinny lapangan itu. Makasih, Stef. Aku tak berani membuka mata, seakan telah tw apa yg terjadi sekarang.
Aku dan Stefan.. Tak bisa digambarkan. Stefan di bawah dan aku di atas. Apakah dia kesakitan ketika meghantam lapangan semen ini? Stef? Perlahan aku memberanikan diri membuka mataku, kulihat dia. Dia juga memejamkan mata. Aku jadi takut terjadi apa – apa. Kuguncangkan badanny. Ia tak sadar juga.
“Stefan? Kamu kenapa? Bangun Stef..”
Tak ada tanda – tanda kehidupan. Aku meletakan kepalanya di pahaku. Stef! Aku menangis.
Menagis sejadi – jadiny. Apa yang terjadi?
Apa Stefan baik – baik saja?

~STEFAN POV!
Aku pura – pura. Yuki sayang, maaf ya. Aku cuma mau liat kalau aku kenapa², apa yang kamu lakukan? Sudah cukup pikirku. Perlahan – lahan aku buka mataku sambil menahan tawa.
“Stefan! Kamu bohong kan? Ih, dasar! Im afraid cause you!”
Yuki berteriak sambil memukulku menggunakan bola basket.
“Udah, Ky. Sakit beneran nih. Aduh.”
“Yang mana? Maaf y, kamu sih.”
Dia kembali khawatir sambil memegang tanganku.
“Sayangny itu boong..”
“Stefan!”
Sebenarny aku masih betah tiduran di pahany. Namun apa bolah buat, aku harus bangun. Kulihat dia terkejut melihatku bangun. Dia ingin berdiri dan melarikan diri. Kutahan tanganny dan kutarik perlahan.

Yuki jatuh dipelukanku. Aku memelukny erat. Erat sekali. Momment yang indah ini tidak akan terulang lagi, kan? Dia diam saja. Entah apa yang dilakukanny. Yang penting ku ingin memelukny sebentar saja.
“Sebentar saja, Ky.”

Hujan masih menemani kami yang hanya berdua di lapangan luas itu. Sepertiny orang² sudah tau kalau hari ini akan hujan deras. Aku merasakan Yuki kedinginan. Badanny menggigil. Sejak kecil, Yuki tak pernah menyukai dingin. Aku tak tega melihatny. Aku berdiri dan mengajakny menuju motorku. Dia terus memeluku. Aku buka jok motor, kuambil jaket cadanganku. Kukenakan dibadanny. Dia tersenyum.
“Makasi.”
“Kita pulang, ya.”
Aku mengantarnya pulang. Tapi kulihat rumahny gelap.
“Ky, semuanya kemana?”
“Papa keluar kota, Mama arisan tadi.”
“Kenapa kamu gak bilang dari awal, aku bisa bawa kamu ke rumahku aja.”
“Maaf.”
Aku memacu motorku secepat dia bisa. Perjalanan dari rumah Yuki menuju rumahku, Yuki memelukku sangat kuat. Aku hanya tak mau dia sakit. Hujan tak henti²ny menghantam kami. Reda lah hujan untuk sebentar saja, harapku.