Halaman

Selasa, 03 Juli 2012

Love ~ Part 1

This’s my new story ..
It's consists of many part .. 
Keep stay to read my story .. 
Now I want to introduce all character ..
This’s it :
  1. Stefan Angkasa  
  2. Yuki Ashyla  
  3. Kevin Leo
  4. Chika Mutia
  5. Yang lain menyusul ya!~
=========================================================================

~Aku dan Kamu~

Tiupan lembut angin membelai hangat kedua remaja yang tengah asik memandang terbenamnya sang mentari. Halusnya rumput hijau menyapu membuat mereka semakin nyaman telentang di bawah sinar surya petang itu.
“Stef..”
“Apa Ky?”
“Andai kita bisa seperti ini terus y..”
“Iya..”
“Stef, kamu janji ya sama aku..”
“Janji apa?”
“Janji, apapun yang terjadi kita akan selalu seperti ini. Bersahabat untuk selamany.”
Yuki mengacungkan kelingking ny ke arah Stefan. Untuk sejenak Stefan terdiam, memikirkan apa maksud dari perkataan sahabat kecilnya itu. Kelingking mereka pun menyatu.
“Aku janji.”

Sore hari yang indah bagi Yuki, mengetahui Stefan akan selalu menjadi sahabatny adalah yang menjadi impianny. Karena mungkin ia tak akan pernah bisa hidup tanpa ny. Seorang teman, sahabat, bahkan kakak yang selalu melindunginy.
“Ky, kamu kenapa?”
“Dingin ya, Stef..”
“Ya sudh kita pulang aja yuk..”
“Enggak, aku mw disini..”
“Katanya dingin?”
“Kamu sini..”
“Kenapa?”

~STEFAN POV!
Aku makin mendekatkkan diri padany. Gadisku yang lucu dan manja. Sahabat ketika aku pertama kaliny membuka mata sampai sekarang. Wajahny mencerminkan menusukny angin itu.
Ini yang tak pernah kumengerti, kerasny kepala Yuki akan sesuatu yang bahkan membuatny sakit. Aku tak ingin melihatny sakit. Ketika dia sakit, aku pun akan merasa sakit. Layakny kami adalah satu tubuh. Satu kesatuan akibat kebersamaan persahabatan yang telah kami rajut hampir 16 tahun lamanya. Aku mengenalny dari ujung kaki sampai ujung rambut. Kesukaanny dan semua tentangny. Aku tak akan pernah mw kehilanganny, walaupun harus mengorbankn semua yang aku punya.

~AUTHOR POV!
Stefan mendekati Yuki yang tengah berbaring di sebelah kanany.. Dekat, lebih dekat dan sangat dekat. Yuki memeluknya tiba – tiba. Stefan terkejut.
“Yuki? Kenapa?”
“Izinkan aku sebentar saja, Stef.”
“Selama apapun yang kamu mw. Aku ada untukmu.”

~ YUKI POV!
Aku memelukny. Dia balas memelukku. Makasi, Stef. Pelukan ini hangat, bahkan terasa sampai ke hatiku. Aku tau kamu juga laki – laki, Stef. Dan kata teman – teman, semua laki – laki itu sama. Tapi bagiku, kamu berbeda, Stef. Kamu special. Kamu yang selalu ada untukku. Kebisuanmu dan kebekuanmu memancar ke segala arah namun tak padaku. Bagiku kamu adalah sesosok teman yang hangat dan perhatian.

Pukul 06.30 tepat, aku baru terbangun dari mimpiku. Kudengar sudah ada kehidupan di lanatai bawah rumahku. Aku segera mempersiapkan diri ke sekolah, jangan sampai Stefan terlalu lama menungguku.
“Mama!”
Aku berteriak persis di belakang bahu Mamaku, Mama Twina. Mama yang sangat menyayangiku. Dan aku juga menyayanginy.
“Apa, Ky? Mama lg masak, sayang.”
Aku mengambil dua potong roti dari atas meja dan meneguk cepat segelas susu yang telah mama siapkan untukku. Sambil menenteng tas dan sepasang sepatu aku berlari menuju pintu depan.
Ternyata Stefan telah menungguku, sahabat sekaligus supirku ini setiap mengantar jemputku untuk pergi ke sekolah bersama.
“Stef, maaf!”
Ku pasang raut innocent di depanny. Ia membisu. Tanganny mencubit kedua pipiku.
“Dasar siput, lelet minta ampun.”
Aku pun naik ke motorny. Motorny berwarna putih, ninja 4 tag. *keren!>
Susah sih, lagipula rok abu² di atas lutut membuatku sangat risih ketika diboncengny.
Namun aku setuju sangat setuju bahkan, ketika dia meminta pendapatku untuk masalah motor baruny itu.
“Ky..”
“Iya?”
“Helm?”
“Oh, iya aku lupa..”
Dia selalu menjagaku. Bahkan ketika aku lupa mengenakan helmku. Hal yang cukup sepele untukku.Rumahku dan rumah Stefan searah. Jarak keduanya ± 2 km. Sementara jarak sekolah dari rumah kami ± 4 km. Cukup jauh untuk jarak tempuh kota Jakarta yang terkadang super duper macetny. Stefan adalah seorang pengemudi yang lucu, sebelum ia akan melancarkan aksi ngebutny demi tepatny kedatangan kami ke sekolah, dia selalu memintaku untuk mengancingkan helmku dan memeluk erat tubuhny. Aku tw dia sangat mengkhawatirkanku.

~YUDHA POV!
Kami sudah sampai di sekolah. Aku tak berani turun dari motor, sebelum Yuki turun dari motorku. Ia memegang tanganku. Aku merasa bersalah telah membeli motor ini. Memang kalau untuk ukuran gaya, ini sangat keren. Tapi bila Yuki jadi kesulitan untuk menaikiny. Aku jadi bingung.
“Stef..”
“Iy..”
“Ayo kita ke kelas yuk.”
“Oh iya..”
Kami bergandengan tangan layakny anak kecil sepanjang perjalanan ke kelas kami. Tak perlu ragu atas omongan banyak teman², karena mereka sudah tahu bahwa kami hanya lah bersahabat. Terkadang aku tak bersyukur atas hubungan persahabatan yg kami jalani. Rasanya perih jika melihat laki – laki lain mencoba untuk medekati Yuki.

Terutama Bryan. Laki – laki yang paling dikagumi oleh gadis² di sekolah. Aku benci itu. Dia selalu berusaha untuk menjadikan Yuki sebagai pacarny. Aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi. Namun semakin lama, Yuki makin terpesona saja dengan ketampanan Bryan. Aku hanya bisa berharap walaupun aku tak dapat memiliki hati Yuki seutuhny, setidakny aku mendapatkan sedikit bagianku agar aku dapat menyayanginy.

~YUKI POV!
“Stef!? Hellooo??!!”
“Hah? Kenapa, Ky?”
“Kamu bengong, Stef?”
“Hahaha.. Maaf, Ky. Tadi aku sedang memikirkan sesuatu.”
“Oh.”
Stefan aneh, seperti ada yg dia pikirkan dan dia sembuyikan dariku. Jangan buat aku khawatir, Stef. Aku mempercayaimu dan aku berharap kamu juga dapat mempercayaiku dengan menceritakan semua yg kamu pikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar